Workshop Intoleransi Mitra Wacana YKPI

Pelatihan Konten Digital Mitra Wacana dan YKPI: Perkuat Narasi Perdamaian dan Toleransi di Media Sosial

Bantul, dndsandyra.com – Mitra Wacana bersama Yayasan Kesejahteraan Perempuan Indonesia (YKPI) menggelar pelatihan pembuatan konten digital untuk mencegah intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme (IRE).

Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Griya Gusdurian (Seknas Jaringan Gusdurian), Jl. Sorowajan No.179, RT.08/RW.RT 10, Jaranan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, pada hari Rabu (21/05/2025), dan diikuti oleh 25 peserta dari pegiat media sosial, aktivis komunitas, serta pemuda lintas iman.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program “Merajut Kolaborasi Lintas Iman dalam pencegahan intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme”, yang bertujuan memperkuat narasi perdamaian dan toleransi di dunia digital.

Program ini hadir sebagai respons terhadap meningkatnya ujaran kebencian dan diskriminasi berbasis agama yang marak di media sosial.

Berbagai peristiwa intoleransi di Yogyakarta, seperti pemotongan nisan salib dan penutupan patung Bunda Maria, menunjukkan pentingnya upaya kolektif untuk mencegah konflik identitas.

Ruliyanto, Koordinator Program Mitra Wacana, menegaskan bahwa media sosial kini menjadi medan strategis bagi penyebaran paham intoleran.

Baca Juga :   Kolaborasi dengan UPSI Malaysia, FE UMBY Gelar Internasional Webinar Series

“Kami menyadari bahwa media sosial saat ini menjadi medan strategis penyebaran ideologi, termasuk paham-paham intoleran. Oleh karena itu, pelatihan ini mengajarkan para kreator konten agar memiliki kesadaran kritis dan keterampilan teknis dalam membuat konten yang menarik sekaligus menyuarakan nilai damai, keberagaman, dan anti-kekerasan,” tuturnya.

Pelatihan mencakup materi strategi komunikasi digital, interseksionalitas isu IRE dengan isu lain, serta teknik membuat konten inklusif yang efektif menangkal narasi radikal. Selain itu, peserta juga diajak merancang kampanye digital dan mempresentasikan ide konten secara kelompok.

Baskoro, perwakilan organisasi penghayat Gema Pakti, menyatakan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk memperluas jaringan kampanye pencegahan intoleransi.

“Kegiatan seperti ini sangat penting karena kita bisa menambah jaringan untuk kampanye pencegahan intoleransi. Kita bertemu banyak komunitas berbeda, dan bisa saling berbagi cerita suka duka membuat konten seputar perdamaian,” kata Baskoro.

Baca Juga :   HIMAKA UMBY Adakan Seminar Nasional Teknologi dan Enterpreneur

Ruliyanto berharap, pelatihan ini melahirkan lebih banyak kreator konten yang berkomitmen menyuarakan perdamaian.

“Kami berharap, dari pelatihan ini akan lahir lebih banyak kreator konten yang punya komitmen untuk menyuarakan perdamaian. Ini penting demi menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat, inklusif, dan bebas dari narasi kebencian,” harap Ruliyanto.

Pelatihan Mitra Wacana ini menjadi bukti nyata dukungan terhadap jaringan kolaboratif melawan intoleransi dan memperkuat solidaritas lintas iman di era digital.

Dengan memperkuat kapasitas kreator konten, diharapkan pesan damai dan keberagaman dapat tersebar luas, menekan potensi konflik sosial. Program ini juga mendorong masyarakat untuk aktif berperan dalam menjaga harmoni dan toleransi melalui media digital. Upaya kolektif seperti ini sangat dibutuhkan untuk masa depan yang lebih damai dan inklusif.

Source : dndsandyra.com
Editor : Naf’iyatul Muflihah Annasihah

Baca Juga :   Dosen FTI UMBY Jadi Narasumber Workshop AI Untuk Guru di Kinderstation School

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *