Bantul, dndsandyra.com – Pendidikan adalah hak setiap anak, termasuk mereka yang tinggal di panti asuhan. Namun, akses terhadap pendidikan berkualitas belum merata. Melihat kondisi ini, tim dosen dari Program Studi PGSD Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung turun langsung ke Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhuafa Mustika Tama di Bantul.
Tim yang dipimpin oleh Fransiskus Ransus, S.S., M.Hum bersama empat dosen lainnya yaitu Yunita Miftahul Jannah, S.Pd., M.Pd., Verawaty Sinaga, S.Pd.,M.Pd., Agrielsa Alphasati Sinaga, S.Pd., M.Pd., dan Ratih Kusumo Wardani, S.Pd., M.Pd., membawa misi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di sana.
Selama sepekan, (20-26/04/2025), para dosen tidak hanya mengajar, tetapi juga menginisiasi pengabdian yang berkelanjutan. Mereka ingin pengabdian ini menjadi gerakan kolaboratif lintas daerah dan lembaga dengan dampak jangka panjang. Salah satu hasil penting adalah modul pembelajaran cetak dan digital untuk PAUD dan SD yang dapat diakses kapan saja oleh pengurus panti.
“Kami berharap jejak pengabdian ini terus digunakan, tidak berhenti saat kami kembali ke Bandung,” ujar Yunita Miftahul Jannah, S.Pd., M.Pd.
Kegiatan diawali dengan Kelas Inspirasi, di mana anak-anak mendengarkan kisah motivasi dari para dosen. Antusiasme peserta terlihat jelas saat mereka terlibat aktif dalam diskusi dan permainan edukatif. Metode seperti bermain peran dan kuis reflektif juga digunakan untuk mengasah kemampuan pemecahan masalah.
Program ini menjadi bukti nyata kolaborasi perguruan tinggi dan lembaga sosial untuk mengatasi kesenjangan pendidikan antar daerah.
PGSD UNPAR berharap model pengabdian ini dapat direplikasi di daerah lain dengan tantangan serupa.
“Pendidikan tidak boleh terhalang oleh jarak atau status sosial. Selama kita mau berkolaborasi, tidak ada batas untuk memberi dampak,” kata Verawaty Sinaga, S.Pd., M.Pd.
Ketua Yayasan Panti Asuhan Mustika Tama, Sri Miranti Karyawati, menyambut baik kegiatan ini. Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian dari PGSD UNPAR.
“Anak-anak merasa dihargai, didengarkan, dan termotivasi mengikuti kegiatan. Modul pembelajaran yang diberikan sangat membantu pengurus panti dalam mendampingi anak-anak belajar,” ungkap Sri Miranti.
“Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut,” tutup Sri Miranti.
Source : dndsandtyra.com
Kontributor: Yunita Miftahul Jannah *)
Editor : Haya Azzura Rasyya
*) Dosen PGSD UNPAR


