Home / Berita / Nusantara

Sabtu, 2 Oktober 2021 - 07:22 WIB

Mengenal Tradisi Mpa’a Ntumbu di Bima NTB

Yogyakarta, dndsandyra.comIndonesia memang banyak memiliki berbagai tradisi yang unik dan menarik, dari dari prosesi pernikahan, pemakaman hingga penyambutan tamu. Kalau biasanya tamu dipernikahan disambut dengan tarian, bagaimana kalau dengan adu kepala ?

Jika tertarik dan penasaran seperti apa tradisi adu kepala, kita bisa provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), tepatnya di Desa Ntori, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima.

Adu Kepala atau dalam Bahasa Bima disebut Ntumbu. Sebenarnya tradisi Ntumbu telah ada sejak ratusan tahun lalu, yang telah hidup dan berkembang dalam masyarakat Bima. Tetapi tradisi Ntumbu mulai dikenal secara luas sejak zaman kerajaan berkembang dan populer di Istana Kesultanan Bima.

Tradisi ini juga dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap penjajah di Bima. Tetapi saat ini, Ntumbu menjadi acara penyambutan tamu di beberapa kegiatan seperti di acara pernikahan atau antar mahar pernikahan, penyambutan bupati, dan khitanan. Saat ini Ntumbu juga dijadikan sebagai bagian dari identitas budaya orang Bima atau Mbojo.

Baca Juga :   Mahasiswa BK UMBY Peraih Predikat Best Paper dalam “International Youth Conference 2021”

Ntumbu biasa dimainkan secara berpasangan oleh dua peserta, bisa juga dimainkan sekaligus oleh beberapa pasangan dalam waktu yang bersamaan. Tradisi Ntumbu ini dilakukan dengan cara membenturkan kepalanya pada kepala lawan secara bergantian.

Dalam pelaksanaan ritual ini, sebelum bertanding adu kepala, salah seorang yang tertua akan memberikan air doa dan mantera-mantera kepada seluruh anggota pemain.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, mantera tersebut merupakan ilmu kebal, sehingga ketika beradu kepala tidak merasakan sakit dan cidera akibat benturan kepala itu.

Sebelum Ntumbu dilakukan, para peserta akan duduk bersimpuh dan memegang tanah ditempatnya berpijak untuk memberi hormat. Selain itu, penghormatan ini merupakan salah satu bentuk kepasrahan yang dapat memberikan dorongan moral bagi para peserta.

Baca Juga :   Ing Ngarsa Sung Tuladha Sebagai Landasan Program Kerja Pendidikan Dalam Mencerdaskan Aset Bangsa

Tradisi Mpa’a Ntumbu ini juga akan diiringi oleh alunan musik tradisonal Bima yang berasal dari gendang, serunai, gong, dan tawa-tawa. Ketika musik sudah dimainkan, beberapa peserta akan mulai berlaga di depan seperti gaya pencak silat dan saling menyerang dengan kepala.

Pertandingan Ntumbu ini juga dipimpin dan diawasi oleh Sando yang bertugas sebagai wasit. Dalam tradisi Ntumbu ini, tidak ada yang menang ataupun kalah. Setelah pertandingan berakhir, para peserta juga tidak akan merasa dendam kepada lawannya.

Source : dndsandyra.com
Penulis : Agus Salim
Editor : Widarta

Share :

Baca Juga

bimbel kkn 10 umby

Berita

Apa Kabar Pendidikan Indonesia ?
mengenal profesi arsiparis

Berita

Melihat Peluang Profesi Arsiparis di Era Teknologi Informasi
ilustrasi usaha bisnis

Berita

Peran Teknologi dalam Perkembangan Dunia Bisnis
PKKMB FTI UMBY 2021

Berita

Melalui PKKMB, BEM FTI Ajak Mahasiswa Baru Menjadi Sociopreneur Berbekal Teknologi
Sosialisasi Pencegahan Covid KKN UMBY Di Dusun Sindet

Berita

KKN Universitas Mercu Buana Yogyakarta Sosialisasikan Pencegahan Covid-19 Di Dusun Sindet Wukirsari
kegiatan pembelajaran kkn 12

Berita

Mahasiswa KKN UMBY Kelompok 12 Ciptakan Rumah Belajar Untuk Anak Di Dusun Surobayan
PBI Family Gathering

Berita

HMPS ESA UMBY Gelar Family Gathering Untuk Mahasiswa Baru
video pembelajaran obs umby

Berita

Dosen UMBY Beri Pelatihan Pembuatan Video Pembelajaran Dengan OBS di SMK Assalafiyah Sleman