Bagaimana Menjadi Pemimpin Ideal ?

Yogyakarta, dndsandyra.com – Manusia merupakan makhluk sosial yang dalam kehidupan bermasyarakat tidak lepas dari memimpin ataupun dipimpin. Setiap kelompok masyarakat sudah pasti memiliki pemimpin, baik secara formal maupun non formal. Menjadi pemimpin berarti menjadi seseorang yang memiliki tanggung jawab lebih.

Pemimpin memiliki peran sebagai pendorong semangat bagi orang-orang yang dipimpin dalam menghadapi perubahan dan juga dapat memberikan manfaat yang lebih dari perubahan tersebut.

Kira-kira apa saja yang dapat dilakukan agar dapat menjadi pemimpin ideal? Berikut tipsnya.

Posisikan diri Anda menjadi pemimpin, bukan bos

Seorang pemimpin berbeda dengan bos, dimana bos akan menjadi orang yang di depan orang lain sedangkan pemimpin adalah orang yang membantu orang lain untuk maju kedepan.

Seorang pemimpin perlu memiliki karakter atau integritas. Pemimpin yang tidak memiliki hal tersebut tidak akan bertahan. Tidak peduli seberapa cerdas, ramah dan persuasive seseorang, jika mereka rentan terhadap rasionalisasi perilaku yang tidak etis berdasarkan kebutuhan saat ini atau masa depan, mereka akhirnya akan menjadi mangsa kehancuran mereka sendiri.

Menjadi role model yang baik

Seorang pemimpin harus dapat menjadi role model yang baik terhadap orang yang dipimpinnya. Dengan begitu maka orang yang dipimpin akan mengerti apa yang harus dilakukan. Pemimpin harus bisa mencontohkan segala sesuatu sehingga orang yang mengikutinya akan lebih menerima disaat mendapat suatu pekerjaan

Menjadi pemimpin bukan berarti seenaknya saja memerintah. Sebaliknya, hal yang harus dilakukan seorang pemimpin yang benar yaitu harus bisa menciptakan komunikasi yang baik. Komunikasi yang dimaksud adalah komunikasi dua arah, sehingga bawahan dapat menyampaikan pendapat bukan sekedar menerima perintah.

Pandai mengelola emosi

Menjadi pemimpin dengan kecerdasan emosi merupakan salah satu cara yang baik dalam memimpin. Sebagai penentu keputusan dan panutan anak buahnya, seorang pemimpin harus memiliki keseimbangan kecerdasan emosi. Kecerdasan emosi yang dimiliki oleh pemimpin berdampak terhadap komitmen organisasional karyawan.

Kecerdasan emosi adalah kemampuan individu dalam memahami perasaan, mengendalikan emosi dan kemampuan memotivasi diri sendiri dan orang lain dalam mencapai tujuan.

Oleh karena itu, untuk menjadi seorang pemimpin ideal, pemimpin harus piawai dalam mengelola kecerdasan emosi dengan memaninkan peran kepemimpinannya secara efektif dan efisien.

Asahlah keterampilan kepemimpinan Anda secara konsisten

Dibutuhkan proses yang cukup panjang untuk menjadi pemimpin yang ideal. Seorang pemimpin harus dapat menyesuaikan diri dengan gaya kepemimpinan dan kondisi yang ada di lapangan saat ini. Hal itu akan menjadi cara terbaik untuk mengembangkan keterampilan seorang pemimpin agar mengetahui bagaimana cara bersikap dalam menghadapi segala situasi yang terjadi.

Berani mengakui kesalahan

Tidak seorang pun sadar suka berbuat kesalahan dan tidak seorang pun dalam sepanjang hidupnya tidak pernah melakukan kesalahan, termasuk seorang pemimpin.

Mengakui kesalahan merupakan bagian dari akuntabilitas seorang pemimpin, baik kepada lingkungannya baik atasan maupun bawahan. Mengakui kesalahan tidak akan menurunkan wibawa dan pengaruh, justru sebaliknya meningkatkan respek dan kepercayaan dari orang lain.

Meminta maaf atas kesalahan memang membutuhkan keberanian. Namun, bila kita meminta maaf secara tulus, tidak defensif, tidak berdalih, pada umumnya orang akan memafkan dan menghargai.

Bukanlah aib apabila seorang pemimpin mengakui kesalahan, sebab pengakuan yang tulus membuat orang lain belajar dan terinspirasi dengan keberanian mengakui kesalahan dan berkomitmen melakukan perbaikan.

Mampu menjadi pendengar yang baik

Tiap setiap hal harus di ketahui seorang pemimpin, sehingga pendapat para anggota sangat penting dalam menjadi pertimbangan untuk rencana kedepan

Selalu mementingkan kepentingan Bersama

Sering kali kita menjumpai berita dimana seseorang melakukan tindak pidana korupsi. Hal tersebut merupakan sesuatu yang dapat menghancurkan organisasi, dimana kepercayaan anggota sudah tidak ada lagi, dan akan menjadi label buruk yang melekat pada pemimpin yang melakukan korupsi.

Hal tersebut merupakan hasil dari keegoisan seorang pemimpin yang tidak memikirkan orang yang dipimpinnya.

Itulah beberapa tips menjadi pemimpin yang ideal. Semoga dapat membantu.

Source : dndsandyra.com
Penulis & Editor : Haya Azzura Rasya

Leave a Reply

Your email address will not be published.