UNEJ Latih Siswa SMKN 3 Jember Kembangkan Game

UNEJ Latih Siswa SMKN 3 Jember Kembangkan Game 2D dengan GDevelop

Jember, dndsandyra.com – Perkembangan industri kreatif digital membuka peluang besar bagi generasi muda untuk mengasah keterampilan di bidang teknologi, termasuk pengembangan permainan digital atau game development. Menjawab peluang tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember (UNEJ) mengusung program pelatihan pengembangan game 2D menggunakan GDevelop bagi siswa SMK Negeri 3 Jember. Program ini terealisasi melalui skema Hibah Pengabdian Pemula (PPP) tahun 2026.

Pelatihan yang berlangsung pada 31 Agustus hingga 1 September 2026 ini menyasar siswa dari kompetensi keahlian Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Selama dua hari, peserta dibekali materi komprehensif mulai dari pengenalan antarmuka GDevelop, penggunaan karakter dan aset permainan, penyusunan logika visual, pembuatan mekanisme permainan, pengujian (playtesting), hingga tahap publikasi game.

GDevelop: Solusi Cerdas di Tengah Keterbatasan Perangkat

Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh potensi besar industri game serta pentingnya penguatan kompetensi digital sejak jenjang pendidikan menengah kejuruan. SMK Negeri 3 Jember memiliki siswa dengan potensi di bidang teknologi informasi, tetapi pembelajaran pengembangan game masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan perangkat komputer untuk menjalankan perangkat lunak pengembangan game yang menuntut spesifikasi tinggi.

Baca Juga :   Jalin Sinergi, Tingkatkan Literasi, FKIP UMBY Sumbang Buku ke MTs Muhammadiyah Ponjong

Sebagai solusi, tim pengabdian memperkenalkan GDevelop, sebuah game engine 2D gratis dan open-source yang mendukung pengembangan game melalui pendekatan visual scripting atau tanpa kode (no-code). Pendekatan ini memungkinkan pengguna membangun logika permainan melalui sistem visual—berbasis kondisi dan aksi—tanpa harus langsung menuliskan kode program yang kompleks. Dengan demikian, siswa pemula dapat mempelajari dasar-dasar pengembangan game secara lebih bertahap, praktis, dan tetap produktif meskipun menggunakan perangkat dengan spesifikasi terbatas.

Learning by Doing dan Kolaborasi Kelompok

Metode pelatihan mengedepankan pendekatan learning by doing, yaitu belajar melalui praktik langsung. Siswa diarahkan untuk bekerja dalam kelompok beranggotakan tiga hingga empat orang agar dapat berdiskusi, membagi tugas, memecahkan masalah, dan mengembangkan ide kreatif bersama. Game yang dikembangkan juga direncanakan mengangkat konsep edukasi atau kuis interaktif, sehingga proses pembuatan permainan dapat dikaitkan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah.

Baca Juga :   SMK Ma’arif 1 Temon Lakukan Review dan Revisi KTSP Dengan DUDI

Program ini dipimpin oleh Narandha Arya Ranggianto, S.Kom., M.Kom., bersama M. Habibullah Arief, M.Kom., dan Khoirunnisa Afandi, M.Kom., sebagai tim pengusul dari Fakultas Ilmu Komputer UNEJ. Pelaksanaan program turut dirancang dengan melibatkan mahasiswa sebagai fasilitator untuk membantu siswa selama proses praktik dan pengembangan game.

Evaluasi dan Showcase Karya Siswa

Untuk mengukur perkembangan kompetensi peserta, program dirancang menggunakan evaluasi sebelum dan sesudah pelatihan serta penilaian terhadap produk game yang dihasilkan. Selain pelatihan, tim juga menargetkan penyelenggaraan Showcase sebagai ajang presentasi dan apresiasi karya siswa. Karya terbaik direncanakan menjadi bagian dari portofolio digital sekolah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai dokumentasi kompetensi dan dikembangkan lebih lanjut.

Melalui program Hibah Pengabdian Pemula ini, Universitas Jember berupaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan pendidikan vokasi. Penguasaan keterampilan pengembangan game diharapkan dapat membuka wawasan siswa terhadap peluang di industri kreatif digital, sekaligus mendorong lahirnya karya inovatif yang relevan dengan perkembangan teknologi.

Baca Juga :   Cegah Covid-19 KKN Universitas Mercu Buana Yogyakarta Sebar Masker Dan Sabun Cuci Tangan Di Pedukuhan Tilaman

Source: dndsandyra.com
Kontributor: Ahmad Maulidi Husni
Editor: Haya Azzura Rasya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *