Update Daerah Rawan Banjir Petasia Timur

BPBD Morowali Utara Tingkatkan Mitigasi Banjir di Petasia Timur Melalui Koordinasi Intensif

Morowali Utara, dndsandyra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Morowali Utara mengambil langkah proaktif mengantisipasi ancaman banjir di wilayah rawan bencana. Melalui surat tugas bernomor 0122/BPBD-MORUT/2024 tanggal 24 Oktober 2025, lembaga ini menugaskan Penelaah Teknis Kebijakan, Faisal Tahadju, ST., M.Si, untuk melaksanakan koordinasi dan konsultasi intensif di daerah rawan banjir Kecamatan Petasia Timur.

Penugasan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan bagian dari strategi besar memperkuat sistem mitigasi bencana di wilayah yang kerap dilanda banjir. Kegiatan ini secara khusus terkait dengan penginputan dan verifikasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sub Urusan Bencana – sebuah framework nasional yang menjamin kualitas layanan penanggulangan bencana.

Berdasarkan surat tugas yang ditandatangani oleh Kepala BPBD Morowali Utara, Delfia Parenta, ST., penugasan Faisal Tahadju memiliki tujuan strategis multipihak:

  1. Data yang Lebih Akurat – Memperbarui peta kerawanan banjir dengan informasi terkini, sehingga program penanggulangan bisa tepat sasaran
  2. Sinergi Lintas Sektor – Memperkuat jejaring koordinasi antara pemerintah, masyarakat, dan stakeholder terkait
  3. Standar yang Terpenuhi – Memastikan implementasi SPM bidang kebencanaan sesuai regulasi nasional
  4. Respons yang Lebih Cepat – Membangun alur komunikasi efektif untuk percepatan tanggap darurat
  5. Dampak yang Diminimalkan – Mengurangi risiko sosial-ekonomi bagi masyarakat terdampak
Baca Juga :   PELITA: Dari Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi, Mahasiswa UMJ Edukasi Warga Serua

“Koordinasi ini bukan hanya tentang memenuhi kewajiban administratif, tetapi lebih pada bagaimana kita bisa melindungi masyarakat dari ancaman nyata,” jelas seorang sumber di BPBD Morowali Utara. Dengan pendekatan yang lebih terukur dan profesional, diharapkan tata kelola mitigasi bencana di Petasia Timur bisa berjalan lebih efektif.

Musim hujan yang semakin tidak menentu membuat langkah antisipasi seperti ini menjadi kebutuhan mendesak. Masyarakat di daerah rawan banjir tidak hanya butuh bantuan saat terjadi bencana, tetapi lebih penting lagi, sistem peringatan dini dan mitigasi yang andal.

Baca Juga :   Kolaborasi Sukses: Simulasi Gempa Bumi di SD Alkhairat Bungintembe Libatkan BPBD dan KKN UGM

BPBD Morowali Utara menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana. Langkah koordinasi di Petasia Timur ini menjadi bagian dari upaya sistematis menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh warga, terutama dalam menghadapi musim hujan mendatang.

Dengan pendekatan berbasis data dan kolaborasi multipihak, diharapkan risiko banjir di Morowali Utara bisa dikelola dengan lebih baik, mengurangi kerugian materiil maupun korban jiwa yang kerap menyertai bencana alam ini.

Source : dndsandyra.com
Editor : Putri Adella Maharani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *