Tradisi Melukat Bali

Melukat, Self-Healing Ala Tradisi Bali

Bali, dndsandyra.com – Bali adalah pulau yang dianggap sebagai bagian surga yang jatuh ke dunia. Pulau ini menjadi tujuan destinasi wisata baik domestik maupun manca negara. Bali juga sangat erat jika dikaitkan dengan tradisi kebudayaan dan acara keagamaan, salah satunya adalah melukat.

Melukat adalah proses pembersihan pikiran dan jiwa secara spiritual dalam diri manusia. Upacara ini dilakukan secara turun temurun oleh umat Hindu hingga saat ini.

Prosesi upacara melukat dapat dilakukan dibeberapa tempat di Bali, salah satunya di Taman Griya Beji Waterfall, Badung, Bali.

Kebetulan beberapa waktu yang lalu (14/9/2021), saya sempat mengikuti prosesi upacara melukat di sini, dimana dalam kalender Hindu bertepatan sebelum hari raya purnama, yang menurut kepercayaan umat Hindu merupakan hari yang bagus untuk melakukan prosesi upacara adat.

Sesampainya di sana, kita wajib mengenakan pakaian adat Bali seperti kebaya bali berwarna putih, kamben dan selendang. Disamping itu kita juga harus membawa canang atau sesaji yang berisi bunga, rokok, permen, kue kering, dan pejati (canang yang berisi kelapa kuning dan hijau).

Selanjutnya kita akan dituntun dan diarahkan oleh sang jero mangku (penuntun upacara) dalam melakukan prosesi upacara melukat.

Banyak pengunjung yang mengaku ingin self-healing di tempat ini. Mengeluarkan perasaan marah, sedih, senang ditempat melukat tersebut.

Seperti yang disampaikan beberapa pengunjung, “Bahwa setelah melakukan prosesi upacara melukat, kita akan merasakan kedamaian dan ketenangan”.

Ada hal menarik di tengah-tengan prosesi melukat, yaitu pada saat kita dituntun untuk menghadapkan diri di 2 air terjun. Air terjun pertama, digunakan untuk meluapkan emosi kemarahan dan kesedihan yang kita rasakan selama ini. Sedangkan di air terjun kedua, digunakan untuk mengutarakan kebahagiaan, kesenangan yang kita rasakan saat mengikuti proses upacara melukat tersebut.

Jika Anda tertarik untuk mengikuti upacara melukat di Taman Griya Beji Waterfall, akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp. 50.000,- sebagai uang pemeliharaan tempat tersebut. Biaya tersebut belum termasuk canang dan pejati, serta biaya sewa loker untuk penitipan barang bawaan.

Source : dndsandyra.com
Kontributor : Fransiska Candra Novitasari
Editor : DnD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *