Kegiatan Briket KKN Padepokan 46 UST

KKN UST Ajarkan Warga Ngentak Ubah Sekam Padi dan Batok Kelapa Jadi Briket Ramah Lingkungan

Kulon Progo, dndsandyra.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Padepokan 46 Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) menggelar pelatihan pembuatan briket dari limbah sekam padi dan batok kelapa bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari Mulyo di Dusun Ngentak, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 17 Agustus 2026 ini diikuti oleh 18 ibu-ibu perwakilan Dasawisma. Mereka tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap tahapan, mulai dari mengolah bahan baku, mencampur perekat, mencetak, hingga mengeringkan briket.

Selama ini, sekam padi dan batok kelapa di lingkungan Dusun Ngentak hanya dibuang atau dibakar begitu saja. Padahal, kedua limbah pertanian ini menyimpan potensi besar untuk dijadikan briket, bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan dibanding kayu bakar maupun arang konvensional.

Ketua pelaksana kegiatan sekaligus penanggung jawab program kegiatan KKNDimas Putra Setyawan, menjelaskan bahwa pelatihan ini lahir dari keprihatinan terhadap limbah pertanian yang belum termanfaatkan.

Baca Juga :   KKN UMBY Gelar Bakti Sosial, Wujudkan Kepedulian di Panti Asuhan Al Huda

“Banyak warga yang selama ini membuang atau membakar limbah sekam padi dan batok kelapa secara terbuka. Padahal, dengan pengolahan yang tepat, limbah ini bisa menjadi energi alternatif yang bernilai ekonomis,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, warga diajarkan proses pembuatan briket melalui enam tahapan utama, yakni karbonisasi (pembakaran bahan dalam kondisi minim oksigen), penghalusan arangpencampuran dengan perekat tepung tapiokapencetakanpenjemuran, hingga uji coba pembakaran.

Komposisi yang digunakan cukup sederhana, yaitu 80% sekam padi, 10% batok kelapa, dan 10% tepung tapioka. Perpaduan ini membuat briket memiliki tekstur padat, daya rekat kuat, dan struktur yang kokoh.

Hasil uji coba menunjukkan briket mudah menyala, nyala api stabil, mampu bertahan lama, serta menghasilkan sedikit asap dan bau. Kualitas ini menjadikannya layak dikembangkan sebagai pengganti bahan bakar rumah tangga.

Baca Juga :   KKN UMSIDA Dorong UMKM Desa Kepatihan Naik Kelas Lewat Branding Visual

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga. Antusiasme tinggi terlihat dari keaktifan para peserta mengikuti praktik secara langsung. Salah satu peserta mengungkapkan rasa syukurnya karena memperoleh keterampilan baru yang mudah diterapkan di rumah.

Selain mengurangi pencemaran akibat pembakaran limbah secara terbuka, program ini juga membuka peluang usaha rumah tangga berbasis energi alternatif yang bernilai ekonomis.

Kegiatan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dina Yulina Heriyani, S.Kom., M.Cs. Tim KKN Padepokan 46 UST berharap keterampilan ini dapat terus berjalan mandiri oleh masyarakat setelah masa KKN berakhir, sekaligus menjadi model pengelolaan limbah pertanian bagi dusun-dusun lain dengan potensi serupa.

Source: dndsandyra.com 
Kontributor: KKN Padepokan 46 UST
Editor: Haya Azzura rasya

Baca Juga :   Prihatin Dengan Maraknya Pernikahan Dini, KKN 10 UMBY Beri Pencerahan

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *