Yogyakarta, dndsandyra.com – Bullying banyak terjadi di lingkungan sekolah dan lingkungan sehari-hari, tak terkecuali pada lingkungan sekolah dasar. Jika dibiarkan, aksi bullying ini akan merugikan korban hingga mempengaruhi kondisi psikisnya. Hal ini cukup menjadi perhatian mengingat betapa bahayanya aksi bullying tersebut.
Istilah bullying yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai penindasan, dapat diartikan sebagai tindakan penindasan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok bertujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus.
Bullying sendiri dikategorikan menjadi 6 (enam) jenis, seperti verbal, fisik, nonverbal, hingga cyberbullying.
Mengingat bahaya dari aksi bullying tersebut, maka mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) kelompok 8 mengadakan sosialiasi terkait bullying di SD N Girimulyo yang terletak di Dusun Kuadaan 2, Desa Girimulyo, Kecamaran Windusari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada hari Selasa (8/02/2022).

Aristo selaku ketua KKN kelompok 8 menyampaikan, bahwa sosialisasi ini merupakan bentuk keprihatinan dan kepedulian terhadap aksi bullying yang marak terjadi, khususnya di lingkungan sekolah.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi para siswa/i mengenai apa itu bullying, dampaknya, serta bagaimana menyikapi bullying di lingkungan sekolah,” tutur Aristo.
Kegiatan sosialisasi ini juga disambut baik oleh pihak sekolah dan siswa di SD N Girimulyo, mengingat partisipasi yang cukup baik dari kedua belah pihak.
“Sosialisasi ini juga diharapkan dapat mengurangi adanya potensi bullying yang terjadi di SD N Girimulyo, baik dari dalam maupun luar lingkungan sekolah,” tutur Hudiyono selaku kepala sekolah di SD N Girimulyo.
Senada dengan itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN kelompok 8 UMBY, Anief Fauzan Rozi, S.Kom., M.Eng., MCE, menyampaikan bahwa edukasi mengenai bullying perlu ditanamkan sejak dini.
“Sebagai bentuk usaha untuk meminimalkan aksi bullying terutama di lingkungan sekolah, baik secara langsung maupun di dunia maya, maka sangat diperlukan edukasi sedini mungkin dampak dan cara menghindari aksi tersebut agar nantinya tidak menjadi kebiasaan,” tutur Anief.
“Peran aktif orang tua serta seluruh perangkat sekolah juga sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan edukasi yang telah diberikan, dengan begitu tumbuh kembang anak dapat berjalan lebih optimal,” tutup Anief.
Source : dndsandyra.com
Editor : DnD
Related posts:

Inkubator Bisnis UMBY Bantu Wirausaha Muda Kuasai HKI dan Pembukuan

Cegah Kecanduan Gadget, KKN 30 UMBY Sediakan Taman Baca di Dusun Plalar

Dukung Edu-Ekowisata, PkM UMBY Beri Penyuluhan dan Bagikan Bibit Tanaman Buah

Dosen Psikologi UMBY Ditunjuk NPC Dampingi Atlet ASEAN Para Games 2022

Difabel Pinilih Sedayu Turut Rayakan Kemerdekaan

Kolaborasi Tim PkM UMBY dan UST Dorong Digitalisasi Keuangan di SMK Ma’arif 1 Temon

Inspiratif! KKN UMBY Ajarkan Pemuda IRMADA Trik Manajemen Waktu Efektif

Tingkatkan Literasi, KKN 24 UMBY Dirikan Pojok Baca

PkM UMBY Berdayakan Kelompok Usaha Jamu Tradisional di Dusun Watu



