Dokumentasi KKN Tematik 63 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

KKN Tematik 63 UIN Gus Dur Gelar Malam Perpisahan Penuh Kenangan di Kandangserang

Pekalongan, dndsandyra.com – Suasana haru dan kebersamaan mewarnai malam perpisahan mahasiswa KKN Tematik 63 Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) di Desa Kandangserang, Rabu (10/12/2025). Acara bertajuk “Spesial Movie: Senandung Kebersamaan Mengukir Kenangan” ini berhasil menyatukan hati warga dan mahasiswa meski diguyur hujan.

Di Balai Desa Kandangserang yang dipadati warga, acara dibuka dengan penampilan memukau anak-anak desa. Tarian tradisional Gambang Suling Jawa Tengah mengawali malam, diikuti penampilan vokal dua anak berbakat, Naswa dan Nazima, yang berhasil menghangatkan suasana.

Sesi pembukaan resmi dimulai dengan pembacaan basmalah bersama. Koordinator Desa KKN, Wahyu Arya Firmansya, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat warga selama 60 hari pengabdian.

“Kami sangat berterima kasih atas bimbingan dan dukungan Bapak/Ibu selama kami menjalankan KKN di desa ini,” ungkap Wahyu.

Kepala Desa Kandangserang, Wintarono, membalas dengan apresiasi tinggi. “Kami bangga dengan dedikasi dan semangat para mahasiswa. Kerja sama ini telah memberikan warna baru bagi desa kami.”

Baca Juga :   Manfaatkan Mawar, KKN 26 UMBY Beri Pelatihan Pembuatan Sirup dan Selai

Mahasiswa KKN menyerahkan kenang-kenangan kepada perangkat desa sebagai bentuk penghargaan atas pendampingan selama program berlangsung. Ustaz Kusmudin kemudian memimpin doa bersama untuk keberkahan seluruh kegiatan.

Prosesi pemotongan tumpeng menjadi momen simbolis yang penuh makna. Potongan pertama diberikan kepada Koordinator Desa sebagai bentuk penghormatan, sebelum tamu undangan menikmati hidangan bersama.

Bagian paling dinantikan adalah pemutaran “Spesial Movie KKN 63 UIN Gus Dur“. Video profil desa menampilkan potensi dan kehidupan masyarakat Kandangserang, dilanjutkan dokumenter perjalanan mahasiswa selama dua bulan pengabdian.

Tayangan yang penuh emosi ini menampilkan rekaman kegiatan, kebersamaan, hingga momen haru penutup. Banyak hadirin terbawa suasana dan tidak sedikit yang meneteskan air mata.

“Video ini benar-benar menyentuh hati. Mengingatkan kami pada semua momen indah bersama,” ujar salah satu warga yang hadir.

Musikalisasi puisi oleh Arya, salah satu peserta KKN, semakin memperdalam suasana syahdu. Puisi yang dibawakan dengan penuh perasaan menegaskan bahwa perpisahan bukan akhir, melainkan babak baru dalam perjalanan hidup.

Baca Juga :   Mahasiswa KKN 34 UMBY Bagikan Bibit Apel Putsa Di Dusun Manggung

Wahyu Arya Firmansyah, Ketua Pelaksana, menyampaikan rasa syukur. “Alhamdulillah acara berjalan lancar meski hujan. Antusiasme warga luar biasa. Terima kasih atas sambutan hangat dan bimbingan selama kami di Kandangserang.”

Ade Eriyanto, peserta KKN, menambahkan, “Saya bangga menjadi bagian dari KKN Tematik 63. Hubungan kekeluargaan yang terjalin dengan masyarakat semoga terus berlanjut.”

Malam perpisahan ini menjadi penutup indah bagi perjalanan KKN Tematik 63 UIN Gus Dur. Lebih dari sekadar acara formal, momen ini menjadi bukti nyata ikatan emosional yang terbangun antara mahasiswa dan masyarakat.

“Kami berharap nilai kebersamaan, kerja sama, dan persaudaraan yang telah terbangun tetap terjaga,” tutup MC dalam penutupan acara.

Kenangan yang terukir malam itu diharapkan menjadi inspirasi untuk terus berkarya dan mengabdi, membuktikan bahwa pengabdian sejati tidak mengenal batas waktu dan tempat.

Baca Juga :   KKN UMSIDA Perkenalkan Media Edukatif untuk Santri TPQ Al-Furqon Desa Kepatihan

Source : dndsandyra.com
Kontributor : Fariha Khofifatu Zuhro
Editor : Anggraini Diah Puspitaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *