Bandung, dndsandyra.com – Sebanyak 12 perguruan tinggi di Bandung bersatu dalam kegiatan “Berbagi Berkah Ramadan 1447 H” yang digelar di area Holland Spot, Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda, Minggu (15/3). Kolaborasi lintas kampus ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial mahasiswa tidak sekadar wacana, melainkan aksi langsung yang menyentuh masyarakat.
Lebih dari 250 anak yatim dan dhuafa dari wilayah sekitar Tahura—mulai dari jenjang PAUD, TK, hingga SMA—menjadi peserta dalam acara yang dikemas dengan lomba edukatif dan pendampingan belajar. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas dan universitas, antara lain FKIP Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Teknik Kimia UNPAR, Universitas Pasundan (UNPAS), HIMA Pendidikan Ners, ISMAKES, Universitas Halim Sanusi, UPI, Universitas Ekuitas Indonesia, Poltekkes Kemenkes Bandung, hingga Poltekkes TNI AU Ciumbuleuit. Sinergi ini menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan mampu menyatukan berbagai institusi tanpa sekat.
Samuel Foera-era, Koordinator Lapangan sekaligus mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer UNPAR, mengungkapkan bahwa persiapan acara telah dimulai sejak dua bulan lalu. Ia memimpin langsung koordinasi antar-kampus yang melibatkan puluhan mahasiswa dari berbagai latar belakang.
“Tantangan terbesar adalah menyelaraskan jadwal teman-teman dari kampus yang berbeda. Ada yang sedang ujian, ada yang praktikum, tapi alhamdulillah semua punya komitmen yang sama untuk berbagi di bulan Ramadan ini. Kami tidak ingin kegiatan ini hanya seremonial, tapi benar-benar memberikan dampak positif bagi anak-anak,” ujar Samuel.
Ia menambahkan bahwa pendekatan yang dilakukan bukan sekadar membagikan bantuan, melainkan pendampingan aktif. “Kami ingin adik-adik di sini merasa punya kakak yang peduli. Bukan hanya hari ini, tapi semoga ke depannya kami bisa terus hadir,” tambahnya.
Salah satu momen hangat terlihat dari interaksi antara panitia dan peserta. Maria Petra, mahasiswi PGSD yang bertugas sebagai Kakak Pendamping Kelompok 13, tampak sibuk mendampingi anak-anak di kelompoknya.
“Kelompok 13 ini lucu-lucu dan semangat semua. Saya senang bisa jadi kakak buat mereka hari ini. Rasanya seperti punya adik baru,” tutur Maria Petra.
Mahasiswi yang akrab disapa Petra ini mengaku bahwa pengalaman menjadi kakak pendamping memberinya perspektif baru tentang peran mahasiswa di masyarakat.
“Di kampus kita belajar teori, tapi di sini kita belajar jadi manusia yang peka dengan sekitar. Anak-anak mengajarkan kami arti ketulusan dan semangat. Hal tersebut membuat kami semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik,” tambahnya.
Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari para dosen yang turut hadir memantau jalannya acara. Yunita Miftahul Jannah, S.Pd., M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UNPAR, memberikan apresiasinya.
“Saya sangat mengapresiasi peran mahasiswa yang luar biasa ini. Hal yang paling membanggakan adalah ketika mahasiswa mampu benar-benar membaur dan membangun relasi dengan anak-anak serta warga sekitar. Inilah esensi dari pengabdian yang sesungguhnya,” ujar Yunita.
Kegiatan “Berbagi Berkah Ramadan” ini juga menjadi ajang pengembangan soft skill mahasiswa, terutama dalam hal manajerial dan kepemimpinan. Mereka terbukti mampu mengoordinasikan kebutuhan untuk ratusan peserta, mengatur jadwal acara, hingga berkomunikasi dengan warga setempat.
Aksi nyata mahasiswa di Tahura ini menjadi pengingat bahwa peran mahasiswa sebagai agen perubahan tidak pernah pudar. Jejak nyata ini diharapkan tidak hanya meninggalkan kenangan manis, tetapi juga menginspirasi lebih banyak anak muda untuk turun tangan membangun masyarakat.
Source : dndsandyra.com
Kontributor: Mikhael Mentodion Ndraha
Editor : Naf’iyatul Muflihah Annasihah


